RELIGI  

MTPJ GMIM 11-17 Juli 2021: Etika pengucapan syukur

Karena itu Rasul Paulus menasehati supaya jemaat menghormati dan mendukung mereka yang bekerja dan memimpin jemaat sebab mereka telah bekerja keras memimpin dan melayani jemaat.

Dalam lingkungan gereja kepemimpinan itu dikerjakan dan dilakukan secara bersama-sama dan ini berarti tanggung jawab, saling menghormati, saling mendukung mutlak diperlukan.

Selanjutnya ada nasehat yakni kewajiban jemaat terhadap pemimpin untuk hidup dalam damai satu dengan yang lain dan setidak-tidaknya tidak pernah menimbulkan perpecahan di antara para pemimpin dan jemaat sebab kalau hal itu terjadi maka yang pasti akan menghambat keberhasilan pekerjaan para pemimpin dan pembangunan jemaat, bahkan untuk mengucap syukur.

Memang pada dasarnya para pemimpin dan jemaat harus menghindari segala sesuatu yang akan menjauhkan kasih sayang seorang dari yang lain bahkan jemaat pun harus hidup dalam damai satu sama lain.

Para pemimpin agar tegas terhadap mereka yang hidup dengan tidak tertib dalam hal ini harus menegur mereka jika berperilaku tidak baik dengan kata lain jemaat harus memiliki etika.

Dalam kehidupan berjemaat sering dijumpai ada seba-gian orang yang hidup tanpa menurut aturan yang berlaku ini, menjadi kewajiban pemimpin maupun orang percaya untuk memperingatkan dan menegur mereka, menghibur yang tawar hati, membela yang lemah dan sabar terhadap semua orang, termasuk hal pengucapan syukur.