RELIGI  

MTPJ GMIM 11-17 Juli 2021: Etika pengucapan syukur

Tentu saja hal ini tidak mudah untuk dikerjakan dan dilakukan, harus dilakukan dengan penuh kasih. Nasehat ini harus diperhatikan sebab jemaat harus menahan diri dengan segala cara untuk tidak membalas dendam.

Jika ada orang yang berbuat tidak baik atau berbuat jahat, maka tidak boleh membalasnya dengan melakukan hal yang sama malahan harus mengampuni sebagaimana yang telah diajarkan oleh Allah kepada orang percaya untuk saling mengasihi dan mengampuni, karena Allah telah terlebih dahulu mengampuni dosa manusia. (Ayat 14-15)
“Bersukacitalah senantiasa” (Yunani: chairo) artinya bersukacita.

Nasehat Paulus ini dapat dimengerti sebagai sukacita spiritual dimana orang harus selalu merasa senang sebab jika bersungguh-sungguh bersukacita di dalam Tuhan maka dapat bersukacita senantiasa.

Di dalam Dia sukacita akan menjadi penuh dan akan dianggap keliru jika tidak bersukacita setiap waktu meskipun kadang kala dilukai oleh berbagai iri dan dengki.

“Tetaplah berdoa” terdiri dari dua kata yaitu, (Yunani: adialeiptos) artinya selalu, tetaplah, tidak putus-putusnya dan (Yunani: proseuchomai) yang artinya berdoa, berdoalah (bersembahyang). Kedua kata ini meng-artikan tindakan untuk bersukacita senantiasa,dengan tetap berdoa. Dan akan tetap memiliki sukacita jika lebih banyak berdoa.