Bila kita merenungkan kasih dan kebaikan Tuhan maka tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mengucap syukur kepada-Nya, apapun keadaan yang kita hadapi. Hidup yang mengucap syukur adalah hidup yang penuh kemenangan dan kebahagiaan. Karena semuanya itu datang dari hati yang melekat pada Tuhan.
Etika pengucapan syukur jangan dinodai dengan perilaku pesta pora atau mabuk-mabukkan, tetapi hendaklah hidup kita berkenan kepada Tuhan.
PERTANYAAN UNTUK DISKUSI
Bagaimana Etika Pengucapan Syukur menurut bacaan dalam 1 Tesalonika 5 : 12-22?
Apa bentuk-bentuk pengucapan syukur yang dipraktekkan oleh orang percaya?
Bagaimana makna pengucapan syukur yang memberi penekanan pada pesta iman bukan pesta pora?
















