MAKNA DAN IMPLIKASI FIRMAN
Hidup orang percaya dalam bergereja maupun dalam kehidupan sehari-hari harus memiliki tanggung jawab kepada para pemimpin yakni menghormati dan mendukung dalam kasih terutama para pemimpin yang sudah bekerja keras, memimpin dan menegur jemaat.
Hidup dalam damai merupakan kewajiban dari jemaat terhadap para pemimpin dengan tidak menimbulkan perpecahan satu dengan yang lain. Para pemimpin harus mengajar dan memotivasi jemaat supaya tahu mengucap syukur dan beretika mengadakan ucapan syukurnya.
Para pemimpin agar tegas terhadap mereka yang hidup tidak tertib, menegur mereka yang berbuat salah, menghibur mereka yang sudah bertobat agar tidak tawar hati dan terpuruk dalam rasa bersalah mereka, membela dan menguatkan jemaat yang putus asa dan lemah iman.
Sabar terhadap semua orang : tidak membalas kejahatan dengan kejahatan tetapi dengan kebaikan. Praktek iman untuk melakukan kebaikan nampak juga dalam etika pengucapan syukur yang telah menjadi tradisi iman.
Etika pengucapan syukur dari orang percaya hendaknya mem-punyai sikap yang wajar dan dengan senang hati memberi persembahan dalam bentuk uang atau hasil pertanian lainnya.
Sebagai persekutuan orang percaya agar selalu tetap bersukacita, tekun berdoa dan mengucap syukur dalam segala hal termasuk ada etika pengucapan syukur kepada Tuhan sebagai sumber berkat.
















