MTPJ GMIM 31 Oktober – 6 November 2021: Kenakanlah manusia baru

  • Bagikan

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Efesus merupakan kota terbesar kedua setelah Roma, jumlah penduduk pada abad pertama lebih dari +300.000 orang. Efesus merupakan kota penting dalam kekaisaran Romawi dan orang Yahudi banyak tinggal di sana.

Kota ini merupakan kota pelabuhan, perdagangan, politik dan agama. Efesus terletak di wilayah Turki, dan kota ini telah lama hancur akibat gempa bumi pada tahun 614 M, yang kemudian tumpukan endapan sungai Cayster.

Rasul Paulus tinggal di Efesus selama dua tahun (Kisah Para Rasul 19:10) dalam perjalanan Pekabaran Injil ketiga, yang sebelumnya Paulus juga pernah perkunjung ke Efesus pada perjalanan Pekabaran Injil kedua (Kisah Para Rasul 18:18-21).

Pasal 4:17–32 lebih banyak berisi ajaran dan nasihat (Paranesis). Ayat 17-19 berkaitan dengan penegasan Rasul Paulus agar kehidupan orang percaya di Efesus tidak terpengaruh dengan latar belakang budaya dan kepercayaan penyembahan kepada dewi Artemis/Diana (dewi kesuburan melalui ritual “pelacuran suci”) maupun karakter yang tidak pantas (ay 25, 26, 28, 29, 31).

Kata “sia-sia” dalam ayat 17 ini dapat diartikan hampa dan semu, tanpa arti; karena menurut Kisah Para Rasul 19:27,34, penyembahan lagi dewi Artemis ini sangat berpengaruh di Asia dan seluruh dunia (kekaisaran Romawi).

Ayat 20-23 memberi penegasan bahwa orang-orang percaya di Efesus tidak sama dengan orang yang belum percaya kepada Kristus, sehingga harus ada perbedaan pikiran dan perbuatan terlebih bagi mereka yang baru belajar mengenal dan percaya kepada Kristus.

Sebab kehidupan mereka telah diubahkan di dalam dan melalui Yesus Kristus yang merupakan sumber kebenaran. Kata “menanggalkan” manusia lama adalah ungkapan metafora yang menggambarkan perubahan karakteristik rohani; hal ini berkaitan dengan pertobatan dan perubahan hidup yang nampak.

Baca Juga:  MTPJ GMIM 9-15 Januari 2022: Hormatilah pelayan Tuhan
  • Bagikan