RELIGI  

MTPJ GMIM 12-18 Desember 2021 (Minggu Adven III): Berbahagialah ia yang percaya

Manusia seolah-olah tidak mau lagi hidup menurut buah Roh yaitu hidup dalam kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetian, kelemah lembutan dan penguasaan diri (band. Gal. 5:22-23).

Padahal jaminan kebahagiaan dan kehidupan kekal yang sesungguhnya bagi orang Kristen hanya diperoleh jika sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus.

Hal ini menjadi pertayaan sekaligus persoalan yang membutuhkan jawaban dari gereja secara konsistensi dalam menata pelayanan untuk membina persekutuan keluarga, membangun negeri dan menjaga lingkungan hidup.

Sehubungan dengan hal ini diangkatlah tema “Berbahagialah Ia yang Percaya”. Tema ini diangkat bukan hanya dibicarakan saja tetapi harus direspon secara konsisten oleh setiap orang percaya untuk sungguh-sungguh percaya kepada Yesus Kristus yang sudah datang ke dunia menyelamatkan umat manusia dan berjanji akan datang kembali dengan kemuliaan-Nya.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Kitab Lukas ditulis oleh seorang dokter atau tabib, sejarawan yang baik, rendah hati dan berdisiplin, yang bernama Lukas. Lukas jugalah yang menulis Kitab Para Rasul (sekitar tahun 70 M). Lukas menjadi saksi mata tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi di zaman pertumbuhan gereja mula-mula.

Roh Kudus mendorong Lukas untuk menulis kepada Theofilus supaya ia akan tahu semua yang benar tentang ajaran Yesus guna mengisi keperluan pelayanan dalam pertumbuhan Gereja di awal kekristenan.

Dalam awal Injil Lukas, diceritakan dua tokoh perempuan bernama Maria dan Elisabet yang memiliki hubungan darah sebagai sepupu. Mereka berdua hidup kudus dihadapan Allah dan sama-sama beroleh kasih karunia, serta sedang menjalani masa kehamilan.