Elisabet adalah istri dari seorang imam yang bernama Zakharia yang bertugas di Bait Suci. Dan diusia yang sudah tua Elisabet diijinkan TUHAN untuk memperoleh seorang anak laki-laki yang diberi nama Yohanes, yang artinya utusan Allah yang mendahalui Yesus untuk mempersiapkan kedatangan-Nya.
Sedangkan Maria yang bertunangan dengan Yusuf dipilih dan ditentukan Allah untuk mengandung secara ajaib dari Roh Kudus dan melahirkan seorang anak laki-laki bernama Yesus, yang kemudian disebut Anak Allah yang Mahatinggi.
Lukas 1:39-45 menceritakan tentang keberangkatan Maria dari Nasaret menuju ke pengunungan di sebuah kota kecil di Yehuda tanpa ditemani oleh tunangannya Yusuf untuk berjumpa dengan Elisabet saudara sepupunya.
Maria mendengar bahwa Elisabet sedang mengandung di masa tuanya. Tujuan Maria adalah sebagai bentuk kepeduliannya untuk memberikan semangat kepada Elisabet sekaligus juga mau menolongnya.
Hal ini merupakan satu tindakan yang nyata yang dilakukan oleh Maria untuk menjawab rencana yang akan dikerjakan oleh TUHAN padanya.
Ketika Maria sampai di rumah Zakharia yang adalah seorang imam, ia langsung memberi salam kepada Elisabet. Mendengar salam itu Elisabet sangat senang serta bahagia. Elisabet pun dipenuhi dengan Kuasa Roh Kudus karena sesuatu yang tidak biasa terjadi ditunjukkan oleh Maria kepadanya.
Elisabet menyadari bahwa yang baru saja dialaminya itu adalah sesuatu yang luar biasa sampai-sampai anak yang ada dalam kandungan melonjak didalam rahimnya karena kegirangan, lalu ia berkata dengan suara nyaring: “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu.”
















