RELIGI  

MTPJ GMIM 12-18 Desember 2021 (Minggu Adven III): Berbahagialah ia yang percaya

Hal ini dikatakan oleh Elisabet karena merasa sangat dihormati oleh Maria. Elisabet pun menyandari bahwa Maria adalah seorang perempuan luar biasa yang dipilih Allah dan diistimewakan Allah untuk mengandung dari Roh Kudus.

Ia akan melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Yesus sebagai penyelamat yang dijanjikan Allah untuk Israel dan seluruh umat manusia. Elisabet mengungkapkan keadaan yang layak dialami oleh Maria yakni merasakan kebahagiaan sebagai bentuk ketaatan hamba TUHAN.

Kebahagiaan Maria dikaitkan juga dengan ketaatannya melakukan perintah TUHAN, ucapan ini meneguhkan apa yang dipercayai oleh Maria bahwa perintah dan janji yang disampaikan malaikat TUHAN mengandung kepastian.

Makna dan Implikasi Firman

Allah memilih, menentukan serta menugaskan Maria dan Elisabet untuk melaksanakan perannya masing-masing. Mereka sama-sama mendapat kasih karunia TUHAN juga penuh dengan Roh Kudus.

Situasi seperti yang mereka alami ini membuat Maria dan Elisabet menikmati suasana persaudaraan serta merasa sangat berbahagia. Dan hal ini menjadi salah satu sarana dari TUHAN Allah untuk menyatakan rencana-Nya bagi kedua hamba-Nya.

Masing-masing mereka berdua diberi anak yang sama-sama memainkan peran kunci dalam rencana yang tertuju pada rancangan keselamatan Allah. Maka setiap orang yang mengaku hamba TUHAN perlu mengerti rancangan Allah dalam hidupnya dan bersedia menaati perintah TUHAN serta sungguh-sungguh percaya pada-Nya.

Kepedulian, rasa hormat dan hidup dalam kasih persaudaraan sedang dan sementara diperjuangan di era millennium. Sebab hal ini merupakan nilai yang sangat hakiki didambakan dan dicari oleh setiap manusia.