Renungan Natal 25 Desember 2021: Sambut Yesus bukan dengan sedih, duka, pesimis, atau takut

  • Bagikan

Bahkan perubahan kepada para gembala ketika mendengar berita Natal, itu nampak diwujudkan dalam 3 tindakan Iman:

Pertama
Bergerak untuk melakukan perintah Tuhan (ayat 15 ). Setelah malaikat-malaikat pembawa berita itu pergi, para gembala tersadar bahwa mereka terpanggil untuk bergerak, dan bertindak menjawab berita Natal itu.

“Gembala-gembala itu berkata seorang kepada yang lain “Mari kita pergi ke Betlehem”. Ajakan ini adalah gerakan untuk ke luar dari zona yang terpuruk, ajakan untuk bangkit dari tidur di kasur masalah, ajakan untuk menyongsong masa depan bukan dengan kekuatan sendiri tapi dengan kekuatan Allah.

Kedua
Menjadi saksi Tuhan, sebagai tindakan Iman yang kedua oleh para gembala yang dipulihkan dan diubahkan. Lukas 2:17 “Dan ketika mereka melihat-Nya, mereka memberitahukan apa yang telah dikatakan kepada mereka tentang Anak itu”.

Para gembala menjadi “saksi” tentang berita Natal yang mereka dengar. Sebelumnya mereka hidup dalam “kekurangan percaya” atas diri mereka untuk menyampaikan pesan-pesan ajaib dan heran dari Tuhan.

Tetapi perjumpaan dengan Tuhan melalui berita Natal, telah mengubahkan mereka dari sikap “diam”, “bisu”, “dingin”, dan “masa bodoh” menjadi orang yang bersaksi dengan penuh semangat, menceriterakan kabar injil dengan penuh sukacita, kerelaan untuk bersaksi dengan ketulusan hati.

Kata “saksi” dari perkataan Yunani “martyr”, yaitu orang yang mau menyampaikan injil sukacita dan hidup dalam sukacita injil.

Baca Juga:  Forum Alumni BKK FH Unsrat berbagi kasih di panti asuhan di Tomohon
  • Bagikan