Tuhan Allah yang berdaulat itu begitu mengasihi umat-Nya, sehingga la membuat mereka menjadi pertanda kehadiran-Nya di muka bumi ini, yakni menjadikan umat-Nya bagaikan ”pasu” artinya piala yang berisi anggur sebagai simbol penghakiman Allah (Yes. 51:17, 22 : Why 14:10).
Murka Allah akan menimpah bangsa-bangsa yang tadinya menyepelehkan umat Tuhan, mereka akan menjadi pening, akan mendapat Iuka parah, bagaikan penunggang kuda mereka akan menjadi gila.
Umat Tuhan juga disimbolkan bagaikan “anglo berapi” (wadah terbuka yang diatasnya berisi bara/api).
Artinya bangsa-bangsa yang menyerang Israel akan dilahap atau dihanguskan oleh api yang berasal dari Tuhan Allah. Umat Israel akan selamat dan tetap tinggal di tempat mereka dengan damai sejahtera.
Selanjutnya dikatakan bahwa Tuhan akan mencurahkan Roh (Ibr. ruwach artinya Roh Tuhan, nafas, semangat, nyawa) pengasihan (Ibr. Khane, artinya kasih karunia, belas-kasihan, mengasihi) dan roh permohonan (Ibr. tachanuwn, artinya bermohon, doa permohonan).
Tuhan akan menunjukkan belas kasihan-Nya kepada keluarga dan keturunan Daud serta penduduk Yerusalem serta menjawab doa permohonan mereka.
Umat Tuhan yang dimaksud menunjuk secara umum seluruh orang Israel, tetapi juga setiap keluarga untuk meratap (Ibr. caphad, artinya menangisi, berkeluh-kesah).
Setiap keluarga akan meratap atau menangisi perbuatan salah dan dosa mereka seperti meratapi anak tunggal atau anak sulung mereka.
















