RELIGI  

MTPJ GMIM 21-27 Agustus 2022 : Jangan menghakimi

Makna dan Implikasi Firman

Baik dalam kehidupan bermasyarakat maupun berjemaat kita tidak dapat menutup diri dari keberagaman suku, agama, ras, budaya, dan golongan.

Bahkan pendapat atau pola pikir juga berbeda-beda karena perbedaaan latar belakang kehidupan dan kepentingan. Walaupun terdapat keberagaman dalam kehidupan kekristenan, namun jemaat merupakan satu kesatuan.

Setiap orang dengan keyakinan iman melakukan untuk Tuhan dan mengucap syukur kepada Tuhan, tidak hidup bahkan mati untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Tuhan.

Karena kita adalah milik Tuhan dan Tuhan berkuasa atas kita. Kita tidak dapat menghina, menghakimi, menolak mereka yang adalah saudara seiman hanya karena berbeda suku, budaya dan pandangan serta cara makan.

Keberagaman adalah anugerah Allah, di mana Allah menerima dan menyelamatkan orang yang berbeda-beda.

Setiap tindakan, cara pandang melalui pola pikir, sikap hati, ucapan dan tindakan-tindakan terhadap sesama akan dipertanggung jawabkan kepada Tuhan.

Kita akan menghadap takhta pengadilan Allah atas segala perbuatan kita, maka biarlah dengan sungguh kita memiliki sikap kerendahan hati, penuh kasih, tidak sombong, mengasihi sesama tanpa saling menyalahkan dan saling menghakimi.

“Karena itu, hai manusia, siapapun juga engkau, yang menghakimi orang lain, engkau sendiri tidak bebas dari salah. Sebab, dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau yang menghakimi orang lain, melakukan hal-hal yang sama.” (Roma 2:1)