Ketiga: Damai, ketika kesetiaan tumbuh dari bumi dan keadilan akan menjenguk dari langit (ayat 12).
Orang Israel insaf bahwa kesetiaan bukan dari langit, artinya kesetiaan itu mesti dimulai dari hal-hal yang kecil.
Mulai dari diri sendiri, atau pribadi, keluarga, suku dan bangsa. Mulai dari kesetiaan pada aturan-aturan yang kecil dan sederhana.
Kesetiaan yang tumbuh dari bumi, menunjuk pada ketaatan yang datang dari kepenuhan hati.
Dimana ada kesetiaaan dengan sepenuh hati maka keadilan dari langit atau dari Allah akan turun menyertai umat-Nya.
Keempat: Damai, ketika keadilan membuat jejak kaki-nya menjadi jalan (ayat 14).
Keadilan yang mendatangkan damai saat bangsa itu taat, tidak ke kiri atau ke kanan, tapi berjalan terus pada jejak kaki Allah.
Bangsa itu dapat membuat aturan-aturan kehidupan, namun semua aturan-aturan itu akan mendatangkan berkat bila berpedoman pada Hukum Allah.
Musafir yang taat mengikuti jejakl-jejak kaki Ilahi akan tiba di tujuan dengan selamat, begitu gambaran Israel yang baru pulang dari tanah pembuangan.
















