Mereka yang tinggal di dalamnya akan hidup berdampingan dengan rukun dan damai tanpa curiga dan dendam.
Ini terjadi apabila negeri itu hidup dalam ketaatan dan takut akan Allah. Keindahan kasih dari sorga seringkali tak terwujud dan terasa karena manusia menolaknya.
Ketika janji Allah digenapi dalam kelahiran Yesus Kristus di kandang Betlehem, raja Herodes melaksanakan operasi pembunuhan anak-anak di bawah 2 tahun di seluruh kota Betlehem.
Dunia menolak dan tidak mau menerima kasih itu. Namun kasih Allah yang besar memurnikan kekurangan dan berbagai bentuk kesetiaan yang palsu.
Allah sudah berjanji apabila kasih dan kesetiaan itu bertemu maka keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
Ini gambaran puitis tentang hadirnya kedamaian sejati yang di dalamnya ada keadilan sejati.
3. Saat Tuhan Yesus Kristus menyampaikan khotbah di bukit para pendengar yang sedang gelisah hatinya merasakan suatu kedamaian sejati ketika Ia berkata “Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Matius 5:9).
Orang banyak yang resah itu terhiburkan ketika berita damai sejahtera dan keadilan itu bertemu di dalam hati oleh kuasa dan kasih Yesus Kristus.
















