Suatu perumpamaan yang sebenarnya berbicara tentang bagaimana Tuhan memperlakukan umat-Nya.
Segala hal dirancangkan dan dilakukan-Nya dalam kasih karunia-Nya untuk mendatangkan kebaikan kepada mereka.
Teks bacaan ini dianalisa dalam terang tema: Tuhan itu ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.
PEMBAHASAN TEMATIS
Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Nama Yesaya (Ibrani: yesya‘yahu) artinya: Yahweh adalah keselamatan. Nabi Yesaya bin Amos bernubuat pada masa pemerintahan raja Uzia; Yotam; Ahas; dan Hizkia pada abad ke-8 SM.
Para ahli Perjanjian Lama membagi kitab Yesaya ke dalam tiga bagian: pasal 1-39, pasal 40-55, dan pasal 56-66.
Pasal 1-39 atau Proto-Yesaya (Yesaya Pertama) berasal dari abad ke-8 sM pada masa krisis pre-exilic (sebelum pembuangan) di Yerusalem.
Teks ini menyangkut pengakuan tentang komitmen YHWH kepada umat, bahwa penghukuman bukanlah kata akhir, tetapi YHWH akan membawa syalom bagi mereka.
Teks Yesaya 28:23–29 menjelaskan tentang bagaimana seorang petani mempersiapkan tanahnya untuk ditanam dan bagaimana ia mengolah hasil panennya.
Setelah pengantar dalam ayat 23 yang menegaskan perintah kepada seluruh Israel untuk mendengar baik-baik, memperhatikan, mengerti, dan melakukan apa yang didengar, sang nabi menjelaskan tentang pekerjaan sang petani.
Ia tidak mengerjakan tanahnya setiap hari, hanya pada waktu tertentu, yaitu pada musim menanam. Lahan disiapkan dengan cara: membajak, mencangkul, dan menyisir tanah.
















