RELIGI  

MTPJ GMIM 2-8 Februari 2025 : Tuhan itu Ajaib dalam Keputusan dan Agung dalam Kebijaksanaan

Suatu perumpamaan yang sebenarnya berbicara tentang bagaimana Tuhan memperlakukan umat-Nya.

Segala hal dirancangkan dan dilakukan-Nya dalam kasih karunia-Nya untuk mendatangkan kebaikan kepada mereka.

Teks bacaan ini dianalisa dalam terang tema: Tuhan itu ajaib dalam keputusan dan agung dalam kebijaksanaan.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Nama Yesaya (Ibrani: yesya‘yahu) artinya: Yahweh adalah keselamatan. Nabi Yesaya bin Amos bernubuat pada masa pemerintahan raja Uzia; Yotam; Ahas; dan Hizkia pada abad ke-8 SM.

Para ahli Perjanjian Lama membagi kitab Yesaya ke dalam tiga bagian: pasal 1-39, pasal 40-55, dan pasal 56-66.

Pasal 1-39 atau Proto-Yesaya (Yesaya Pertama) berasal dari abad ke-8 sM pada masa krisis pre-exilic (sebelum pembuangan) di Yerusalem.

Teks ini menyangkut pengakuan tentang komitmen YHWH kepada umat, bahwa penghukuman bukanlah kata akhir, tetapi YHWH akan membawa syalom bagi mereka.

Teks Yesaya 28:23–29 menjelaskan tentang bagaimana seorang petani mempersiapkan tanahnya untuk ditanam dan bagaimana ia mengolah hasil panennya.

Setelah pengantar dalam ayat 23 yang menegaskan perintah kepada seluruh Israel untuk mendengar baik-baik, memperhatikan, mengerti, dan melakukan apa yang didengar, sang nabi menjelaskan tentang pekerjaan sang petani.

Ia tidak mengerjakan tanahnya setiap hari, hanya pada waktu tertentu, yaitu pada musim menanam. Lahan disiapkan dengan cara: membajak, mencangkul, dan menyisir tanah.