RELIGI  

MTPJ GMIM 2-8 Februari 2025 : Tuhan itu Ajaib dalam Keputusan dan Agung dalam Kebijaksanaan

Proses ini dilakukan untuk membersihkan lahan dari sisa panen musim tanam yang lalu, kayu, ranting, dan batu.

Kemudian bedeng dibuat dan tanah dilobangi untuk menjadi tempat bibit ditanam. Semua proses tersebut membuat lahan siap ditanami.

Pekerjaan ini membutuhkan hikmat, sebab petani harus menentukan waktu untuk mulai bekerja dan bagaimana urutan pekerjaan yang akan dilakukan hingga tanah siap ditanami.

Ia juga harus mengetahui apa yang akan ditanam sehingga ia mempersiapkan tanah tersebut sesuai dengan jenis bibit yang akan ditanam.

Setelah itu, ia akan menanami tanahnya. Bibit/benih ditebar sesuai jenisnya dan tertata rapi, tidak ditebar secara bersama melainkan terpisah sesuai jenisnya.

Ada lima jenis bibit yang disebut: jintan hitam, jintan putih, gandum, jelai, dan sekoi. Ada tanaman yang ditanam di bagian tengah dan ada di bagian pinggir, masing-masing pada tempatnya.

Ini dilakukan untuk melindungi beberapa jenis tanaman yang dipandang lebih berharga, dari gangguan binatang liar atau ternak yang tersesat.

Hasil panen pun diolah sesuai jenisnya: jintan hitam ditebah dengan galah; jintan putih dengan tongkat; gandum tidak diirik sampai hancur dengan eretan pengirik atau pun jentera gerobak dengan kudanya.

Sebab tujuannya bukan untuk menghancurkan melainkan supaya mendapatkan hasil panen yang baik.

Pengetahuan sang petani dalam mengelola tanahnya berasal dari Tuhan. Ia bijaksana dalam mengatur pekerjaannya, karena telah diajari oleh Tuhannya.