RELIGI  

MTPJ GMIM 2-8 Februari 2025 : Tuhan itu Ajaib dalam Keputusan dan Agung dalam Kebijaksanaan

Oleh karena itulah, maka Tuhan menghukum mereka. Jadi, teks ini menyatakan bahwa Tuhan adalah Allah yang bijaksana dan adil.

Ia telah membawa mereka keluar dari Mesir dan memberikan tanah Kanaan, telah memberikan firman/perintah-Nya, memelihara dan memberkati kehidupan mereka, namun mereka menolak-Nya.

Jika kemudian Tuhan menghukum, itu adalah bentuk kebijaksanaan-Nya dalam mendidik, mengajar, dan menggembalakan umat-Nya.

Bahkan ketika Ia menghukum pun, Ia tidak menghancurkan kehidupan mereka. Tujuan penghukuman Allah bukanlah kehancuran dan kematian, melainkan kehidupan yang diberkati.

Ia menghendaki umat-Nya untuk berbalik kepada-Nya dan hidup taat dan setia agar mereka menikmati berkat-Nya yang berlimpah.

Makna dan Implikasi Firman

1. Tuhan adalah Sumber hikmat yang mengajar dan memberi petunjuk tentang bagaimana orang percaya harus hidup.

Gereja juga harus percaya bahwa Tuhan mengaruniakan hikmat kepadanya untuk bekerja dan melayani, untuk mengajar dan menggembalakan domba Allah (jemaat) sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya.

2. Jika gereja adalah petani yang diberi hikmat oleh Tuhan Allah untuk mengerjakan pekerjaan-Nya, maka gereja pun telah diajari/diperlengkapi dengan hikmat untuk bijaksana dalam mengerjakan tugas pelayanannya.

Tugas mengajar dan menggembalakan itu harus dilakukan oleh gereja dengan bijaksana sebagaimana telah diajar dan diberi petunjuk oleh Tuhan.

Sehingga gereja melayani, mengajar dan menggembalakan sesuai konteks kehidupan warganya, baik konteks sosial, pendidikan, ekonomi, politik, dan sebagainya.