RELIGI  

MTPJ GMIM 23-29 Maret 2025 (Minggu Sengsara III) : Hamba Tuhan: Menderita, Tetap Melayani Allah

Perhatikan bahwa hamba-Ku, yaitu sang hamba, disebut sebagai orang benar itu. Kata Ibrani untuk orang benar adalah tsaddiq yang artinya adil, benar, tidak bersalah, takut akan Tuhan.

‘Hamba Tuhan’ di sini dapat merujuk pada tiga kelompok orang:

Pertama, hamba yang merujuk kepada seluruh bangsa Israel seperti yang disebut di dalam pasal 41-48;

Kedua, hamba yang lebih setia–apakah sisa orang Israel yang benar atau nabi itu sendiri (atau orang lain);

Ketiga, hamba yang melayani Tuhannya dengan sempurna (Perjanjian Baru merujuknya pada Yesus Kristus yang menyerahkan diri-Nya sebagai korban penebus salah).

Perikop yang ini menggambarkan penderitaan sang hamba yang sedemikian hebatnya.

Ia dihina, dipukul, kena tulah, disakiti, ditikam, diremukkan, dianiaya, ditahan dan dihukum, menyerahkan nyawanya ke dalam maut (ayat 3–5, 7–8, dan 12).

Penderitaan tersebut ditanggungnya bukan karena ia layak menerimanya, namun menyatakan bahwa ia melakukannya bagi orang banyak (ayat 4, 5, 8, 11b, dan 12).