Hamba yang telah bertindak demikian, menurut perikop ini, akan ditinggikan, disanjung, dan dimuliakan (52:13, TB2).
Berita yang disampaikan melalui teks ini adalah pengajaran sekaligus ajakan kepada umat Allah untuk tetap setia memelihara imannya di tengah penderitaan yang harus mereka alami.
Mereka diajak untuk meneladani hamba Tuhan yang setia, taat, rela menderita demi melaksanakan kehendak Tuhan Allah bagi banyak orang.
Pada waktunya, mereka akan ditinggikan atau dimuliakan karena telah taat dan setia dalam imannya.
Penggambaran sang hamba yang demikian kemudian ditafsirkan oleh para penulis Perjanjian Baru sebagai nubuat tentang Yesus Kristus.
Sebab, apa yang dialami dan dilakukan oleh Yesus Kristus adalah tepat seperti yang digambarkan dalam teks Yesaya 52:13–53:12.
Puncak dari penderitaan hamba tersebut adalah pada penyaliban Yesus Kristus. Sentralitas pada Yesus Kristus bukan hanya merupakan pemberitaan PB, namun juga merupakan nubuatan PL.
Kita dapat belajar tentang karakter dari hamba Tuhan yang menderita yaitu taat, setia, dan rela berkorban.













