Yesus Kristus turun ke dunia, Ia mengosongkan diri-Nya sendiri dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia (bnd. Filipi 2:7).
Sebagai Anak Allah yang mengambil rupa seorang hamba, Yesus Kristus tampil dengan bijaksana, dan bertindak dengan hikmat.
Semua yang Yesus Kristus katakan dan lakukan, di sepanjang pelayanan-Nya di bumi telah dilakukan dengan hikmat.
Oleh karena itulah, sebagai Hamba, Dia akan ditinggikan, disanjung dan dimuliakan.
Perikop ini menunjuk pengagungan atau pemuliaan Yesus Kristus seperti yang dilukiskan dalam Filipi 2:9-11 dan Kisah Rasul 2:33, itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama (Fil 2:9).
Makna dan Implikasi Firman
1. Umumnya orang memahami penderitaan dengan konotasi negatif. Jadi orang yang menderita adalah mereka dianggap tidak memiliki harapan hidup, bernasib buruk dan sedang dihukum Tuhan Allah.
Tetapi ada pandangan lain mengatakan bahwa penderitaan adalah jalan untuk membuktikan kesetiaan pada Tuhan Allah. Artinya, mereka yang setia menderita hingga akhir akan mendapatkan kemuliaan.
Di Minggu Sengsara III ini, kita membaca perikop Yesaya 52:13-53:12 yang berisi pengajaran tentang hamba Tuhan yang menderita sengsara, namun kesengsaraan itu bukan akibat perbuatannya.













