Firman Tuhan Allah tersebut berkaitan dengan Yehuda dan Yerusalem. Meskipun isinya (ajakannya) juga merujuk pada seluruh keturunan Yakub (ayat 5).
Ayat 2 diawali dengan kata “akan terjadi” yang diterjemahkan dari kata Ibr. wə-hā-yāh (kata Ibrani hā-yāh adalah kata kerja kala perfect yang artinya telah ada/jadi).
Jadi maksudnya Yesaya telah melihat gunung Tuhan Allah, tempat rumah Tuhan (Bait Allah) akan berdiri tegak dan menjulang tinggi.
Jika “hari-hari terakhir” merujuk pada waktu kedatangan Mesias di masa depan, itu berarti hanya Tuhan Allah yang akan bertahan dan Dia menjadikan gunung kudus-Nya tetap berdiri tegak sehingga dapat dilihat oleh seluruh bangsa bahkan dari tempat yang jauh sekalipun.
Di samping itu, hal lain juga, mau memperlihatkan bahwa pada akhirnya bukan hanya Israel, tetapi semua bangsa akan datang dan menyembah Tuhan Allah di Yerusalem.
Ayat 3, adalah penegasan ulang tentang banyaknya suku-suku bangsa selain Israel yang saling mengajak untuk berjalan bersama naik ke gunung Tuhan, ke rumah Allah Yakub.
Tempat yang dituju adalah gunung Tuhan, yaitu gunung Sion, di Yerusalem-Yehuda, tempat berdirinya rumah Allah, pusat ibadah dan sumber pengajaran hukum dan firman Tuhan (Ibr: torah udebar-yehwah).
Ayat 3 ini dimulai dengan kata kerja kala perfek haleku, artinya mereka akan pergi, berjalan.
Kata ini diikuti dengan kata kerja kala imperatif leku yang merupakan perintah untuk pergi atau berjalan.
Tujuan untuk pergi ke rumah Allah adalah agar Tuhan Allah mengajar jalan-jalan-Nya sehingga mereka dapat berjalan menempuhnya. Kata jalan (Ibr: derek) artinya jalan, cara, sikap, dan tindakan.















