Selanjutnya kepada masyarakat pemilih, supaya mengingat kembali janji-janji politik yang disampaikan politisi pada kampanye Pemilu 2019.
“Seberapa banyak janji itu telah terpenuhi. Jika tidak ada satupun yang terpenuhi, segera mempertimbangkan untuk tidak memilihnya kembali,” kata Liandk.
Dan, jika politisi itu tidak mencalonkan kembali, maka parpol yang mengusung harus menerima akibat untuk tidak
bisa dipilih kembali.
“Masyarakat juga perlu pertobatan bahwa memilih karena menerima uang kerap mendatangkan bencana,” ujar pria yang kerap menjadi narasumber dan konsultan kepemiluan ini.
Terakhir untuk media, Liando mengatakan bahwa sikap politik masyarakat kerap terpengaruh pada opini media.
“Berilah gambaran secara objektif kondisi institusi politik dan aktor-aktor politik hasil Pemilu 2019. Berikan edukasi kepada masyarakat bagaimana menjadi pemilih yang baik. Pemimpin yang baik selalu berasal dari pemilih yang baik,” tutup PP Asosiasi Ilmu Politk Indonesia (AIPI) ini.
(donwu)



















