MTPJ GMIM 6-12 November 2022 : Firman Tuhan, pedoman kehidupan

  • Bagikan

Tuhan tidak bisa diwakili dengan kehadiran patung buatan manusia. Kata patung diterjemahkan dari kata Ibrani pesel yang dapat diartikan patung pahatan atau patung tuangan.

Pada zaman kuno, patung dianggap sebagai tempat berdiamnya allah yang diwakilinya.

Kehadiran Allah dalam suatu peribadatan tidak bisa dijelaskan dengan kehadiran sebuah patung. Tuhan mengutuk penyembahan berhala.

Penyembahan berhala banyak bentuknya misalnya uang, benda-benda materi, gagasan-gagasan, atau gengsi. Dalam kehidupan orang seperti itu, “harta kekayaan mereka adalah allah mereka.”

Hukum yang ketiga (Ayat 7) “Jangan menyebut nama Tuhan dengan sembarangan.”

Maksud yang terkandung di dalamnya supaya dalam menggunakan nama Tuhan, orang Israel dituntut untuk tujuan yang baik dan benar.

Tuhan melarang mereka untuk menggunakan nama Tuhan, untuk tujuan-tujuan yang tidak sesuai dengan sifat dan hakikat-Nya.

Sebab tujuan menyebut nama-Nya adalah untuk memuji, memuliakan serta berseru dalam doa kepada-Nya.

Di samping itu, jika sesorang berjanji kepada Tuhan, maka janji itu seharusnya mengikat dia untuk berbuat baik dan benar.

Baca Juga:  Akhir September, Panji Yosua P/KB GMIM gelar Konsultasi I di Mapanget Satu
  • Bagikan