MTPJ GMIM 6-12 November 2022 : Firman Tuhan, pedoman kehidupan

  • Bagikan

Bahkan menurut kitab Kejadian, Tuhan Allah berhenti dari pekerjaan-Nya menciptakan langit bumi dan segala isinya. Dan karena Tuhan beristirahat, maka umat Israel juga harus beristirahat.

Sebab dengan melakukan ini, umat Tuhan mencontohi perilaku dari Tuhan dalam konteks ini.

Hal ini juga menunjukkan rasa hormat yang mendalam kepada Dia yang menganugerahkan hari peristirahatan ini.

Namun bagi umat pilihan-Nya, bukan sekedar beristirahat tapi mengisinya dengan peribadatan, penyembahan, pujian yang baik dan benar kepada Tuhan.

Kemudian ayat 12-17, mengajarkan orang Israel bagaimana seharusnya mereka berkewajiban terhadap sesama manusia.

Hukum yang kelima (Ayat 12) dari firman ini adalah “Hormatilah ayahmu dan ibumu”.

Kata hormat diterjemahkan dari kata Ibrani kabbed. Ayah dan ibu adalah sesama manusia yang paling dekat dan punya hubungan emosional yang tinggi dibandingkan dengan yang lain serta sesama yang sangat penting dalam kehidupan manusia.

Tujuan pemberian firman ini adalah selain untuk mengajar dan menjaga sikap anak-anak terhadap orang tua, juga supaya mereka tidak menilai rendah dan memperlakukan orang tua secara keras dan kasar, karena usia yang sudah lanjut.

Hal ini juga untuk menjaga kesinambungan keluarga serta rasa solidaritas yang tinggi di kalangan bangsa Israel akan tetap terjaga.

Baca Juga:  MTPJ GMIM 22-28 Maret 2020, Minggu Sengsara IV: Dibiarkan Bergumul Sendiri
  • Bagikan