Tema utama yang diangkat Lukas adalah perhatian Yesus Kristus kepada orang-orang yang “terpinggirkan” yaitu orang miskin, menderita, diperlakukan tidak adil termasuk kaum perempuan.
Teks Lukas 1:46-56 ini tidak dapat dipisahkan dengan ayat-ayat sebelumnya. Dalam ayat 26-28 dikisahkan bahwa Tuhan Allah menyuruh malaikat Gabriel ke Nazareth menjumpai Maria yang bertunangan dengan Yusuf untuk menyampaikan bahwa ia akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki.
Dan hendaklah Maria menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah.
Selanjutnya dalam ayat 39-45 menceritakan tentang perjumpaan Maria dan Elisabeth di sebuah kota Yehuda. Ketika Maria memberi salam kepada Elisabeth maka anak dalam rahimnya melonjak.
Elisabeth pun berseru: “diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?”(ayat 42-43).
Karena mengalami peristiwa yang luar biasa, maka Maria pun kemudian menyampaikan nyanyian pujian untuk memuliakan Tuhan.
Lukas 1:46-56 berisi nyanyian pujian Maria dan doa yang memuliakan Tuhan, serupa dengan nyanyian Hana ketika Tuhan mengaruniakan anak laki-laki baginya (1Samuel 2:1-10).
Nyanyian Maria dikenal dengan nama Magnificat (Latin artinya “memuliakan” atau “mengagungkan”) yang di dalamnya Maria memuji Tuhan atas perbuatan-Nya yang besar dalam hidupnya dan dalam sejarah umat-Nya.
Ayat 46 “Jiwaku memuliakan Tuhan adalah ungkapan isi hatinya yang mengakui kebesaran dan keagungan-Nya.
Memuliakan (megalulei), diterjemahkan membesarkan, meninggikan, mengagungkan, menjunjung tinggi. Jiwaku (psyche) menunjukkan seluruh keberadaan batin manusia; pusat perasaan, kehendak, dan kesadaran diri.
















