Manado,BERITASULUT.CO.ID-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) harus meningkatkan pengawasan dan pemantauan bahan kebutuhan pokok (bapok) menjelang Lebaran tahun 2026 dan hari raya umat Kristen di Sulut (Paskah).
Hal ini dikatakan Anggota Komisi II DPRD Sulut Jeane Laluyan SE dalam rapat dengar Pendapat Komisi II DPRD Sulut, Bersama Disperindag, Senin (2/3/2026).
Dikatakannya bahwa, Disperindag Sulut harus memaksimalkan program pengawasan harga dan bahan pokok jelang Lebaran.
“Kegiatan strategis yang ada di Disperindag, di sini poin yang kelima ada pengawasan harga dan bahan pokok. Ini memang menjelang Lebaran ataupun menjelang Paskah kami juga DPRD beberapa kali mengecek ketersediaan bahan pokok. Tapi sampai saat ini puji Tuhan masih baik-baik semua, beras sembako dan lain lain. Tapi kita tetap menjaga jangan sampai ada kenaikan. Kenaikan yang akan sangat memberatkan masyarakat terutama dalam situasi ekonomi sekarang yang tidak baik-baik saja,”ungkap Legislator PDI Perjuangan ini.
Menurut Laluyan, ini dibutuhkan kelincahan dari eksekutif dan legislatif untuk sama-sama memantau semua harga yang ada.
“Ini agar masyarakat terbantu,” kata Laluyan.
Selain itu, Laluyan pun memberikan apresiasi dengan langkah Disperindag melakukan operasi pasar murah.
“Masyarakat seringkali bertanya kepada kami, kapan ada Operasi pasar murah. Sekali pun beras SPHP itu sangat-sangat di butuhkan, selain minyak gula dan lain-lainnya,”pungkas Laluyan.
(IKA)



















