Manado,BERITASULUT.CO.ID-Wakil Ketua DPRD Sulut Michaela E Paruntu melaksanakan masa Reses II Tahun 2025, di Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), di mulai dari 30 Agustus-6 September 2025.
Adapun aspirasi yang didapat dalam reses yang dilaksanakan Legislator Partai Golkar ini, yakni di Desa Tondanouw Satu, Kecamatan Touluaan, masyarakat meminta Bantuan untuk pembuatan Irigasi di Desa Tondanouw Satu yang belum berkelanjutan. Pembuatan jalan Paving di jalan Desa Tondanouw Satu.
“Perlu adanya Meningkatkan harga jual Nilam di Kec. Touluaan. Bantuan pelebaran jembatan malebu dan mamaya. Perbaikan Pasar Desa Tondanouw yang sudah terbengkalai. Bantuan Perbaikan akses jalan Lobu-Amurang. Pengadaan bantuan alat Traktor kepada Kelompok Tani Kec. Touluaan,”ungkap MEP sapaanya.
Selain itu, di SMA NEGERI 1 AMURANG, sangat membutuhkan Pengadaan program makan bergizi gratis. Memfasilitasi para siswa di bidang Seni dan Olahraga. Bantuan perbaikan dan penambahan ruangan Laboratorium.
“Pengadaan Bus Sekolah untuk menunjang transportasi Sekolah. Pengadaan AC/sejenis alat pendingin lainnya di setiap ruangan belajar. Bantuan Perbaikan toilet sekolah. Pengadaan pagar permanen di halaman belakang sekolah yang berdekatan dengan pantai. Bantuan biaya/dana dalam mengikuti kegiatan-kegiatan ekskul dan keolahragaan,”terangnya.
Kemudian di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat, usulan pengadaan akses jalan perkebunan Rorowen. Bantuan pengadaan tanggul penangkal ombak. Pengadaan jembatan sebagai jalan alternatif di Desa Kapitu. Pengadaan trotoar dan saluran air di pinggiran jalan raya Desa Kapitu.
Di Desa Radey Kecamatan Tenga, aspirasi warga soal pengadaan bantuan air bersih di Desa Radey. Pengadaan bantuan rabat beton, drainase, paving blok di jaga I-IV Desa Radey. Bantuan talud untuk jalan penghubung. Pengadaan bantuan pupuk. Pengadaan bantuan alat-alat pertanian. Pengadaan bantuan bedah rumah di Desa Radey. Pengadaan bantuan UMKM di Desa Radey. Memfasilitasi pemekaran Desa Radey.
“Desa Tumpaan Dua, Kecamatan Tumpaan, aspirasi soal meningkatkan harga jual nilam di Tumpaan Raya, dan bantuan pupuk untuk petani Desa Tumpaan Dua,” sebut MEP.
Terakhir di Desa Sulu, Kecamatan Tatapaan, warga mengelukan soal penanganan sungai di Desa Sulu agar tidak meluap di pemukiman dan persawahan warga. Perbaikan akses jalan yang rusak. Pengadaan bantuan pembuatan Irigasi. Pengadaan bantuan alat Traktor untuk petani.
“Juga pengadaan bantuan pupuk bersubsidi. Pengadaan bantuan bibit, dan bantuan bedah rumah kepada masyarakat kurang mampu,” ujar MEP.
Dari aspirasi yang telah disampaikan oleh masyarakat yang ada, MEP akan menyampaikan semuanya kepada pemerintah provinsi untuk di tindaklanjuti.
“Semuanya akan dimasukan dalam pokir yang ada, untuk kemudian di Input dalam SIPD dan nantinya akan dijabarkan oleh Setiap SKPD tentunya dengan melihat skala prioritas serta kewenangan yang ada,”pungkasnya.
(IKA)












