Wanita/Kaum Ibu GMIM dan Kerukunan Wanita Islam sePAHAM bersama JPAR-Ai

  • Bagikan
Calon Walikota Manado Julyeta PA Runtuwene (JPAR) bersama KWI (foto atas) dan WKI GMIM (foto bawah), saat giat sosialisasi di Kecamatan Mapanget, Selasa (06/10/2020).
Calon Walikota Manado Julyeta PA Runtuwene (JPAR) bersama KWI (foto atas) dan WKI GMIM (foto bawah), saat giat sosialisasi di Kecamatan Mapanget, Selasa (06/10/2020).

 

MANADO, BERITASULUT.co.id – Calon Walikota Manado Prof Dr Julyeta Paulina Amelia Runtuwene (JPAR) melaksanakan sosialisasi dan dialog terbatas di Kecamatan Mapanget, Selasa (06/10/2020).

Menariknya, JPAR yang berpasangan dengan Calon Wakil Walikota Dr Harley AB Mangindaan (Ai) di Pilwako Manado ini, bisa mempertemukan Wanita/Kaum Ibu (W/KI) GMIM Wilayah Manado Utara III dan Kerukunan Wanita Islam (KWI) di satu tempat yang sama.

Aura toleransi begitu kental ketika dua komunitas wanita berbeda golongan agama tersebut saling bercengkrama usai mendengar pemaparan visi dan misi serta program kerja pasangan berjargon PAHAM tersebut.

W/KI GMIM dan KWI pun sePAHAM dalam menghadapi Pilwako Manado 9 Desember 2020. Tak heran jika JPAR berujar bahwa pertemuan W/KI GMIM dan KWI ini merupakan wujud dari visi Manado Rukun dan Cerdas.

“Kita mulai mempraktekan visi Manado Rukun Cerdas. Agama bisa berbeda, golongan bisa beragam, suku apalagi, tapi kita punya komitmen bersama untuk hidup saling menghargai dan menghormati, kita bisa hidup bersama dengan rukun dan damai,” ujar JPAR.

Lanjutnya menuturkan, nilai-nilai kerukunan sudah lama dia praktekan dalam kehidupannya sehari-hari. Dimana selain menjabat sebagai Wakil Ketua WKI Sinode GMIM, JPAR juga dipercayakan sebagai Pembina Majelis Taklim Fatona Kota Manado.

“Ini adalah salah satu keindahan bagi saya ketika mampu mendukung ibu-ibu, program-program mereka, spiritual mereka, membangun kebersamaan. Ini adalah kekayaan kita yang patut disyukuri sebagai masyarakat Kota Manado,” kata dia.

Selain itu, kepada WKI GMIM dan Kerukunan Wanita Islam, JPAR telah memaparkan berbagai program yang berpihak kepada masyarakat dan kaum perempuan pada khususnya, seperti bantuan bagi ibu hamil sebelum dan sesudah melahirkan.

“Ibu-ibu ketika mendengar salah satu program kami ini merasa senang dan bisa dikatakan terharu karena sejak dari janin sampai lahir bahkan ketika jadi remaja, dewasa sampai sudah lansia pun semua mendapat dukungan dan perhatian. Puji Tuhan seluruh program kami mendapat respon positif,” tukas JPAR.(DONWU)

Baca Juga:  Keppres Jokowi: Jabatan ODSK periode kedua hanya 3 tahun, KPU susun simulasi
  • Bagikan