Mendur bersaudara, fotografer Minahasa perekam sejarah Indonesia

  • Bagikan
Alex Mendur dan Frans Mendur, dua wartawan asal Minahasa saat berdiskusi dengan Presiden Soekarno.(foto: ist)

Oleh:
Denni Pinontoan

Mereka fotografer asal Minahasa. Pernah bekerja di media Belanda dan Jepang, tapi merekam peristiwa-peristiwa heroik Indonesia.

Dari Kawangkoan ke Batavia

Dari arah Tomohon, pas di ujung Kawangkoan, Minahasa sebelah kiri jalan ada sebuah rumah panggung. Di depannya ada patung dua orang berdiri di atas kamera besar. Itulah Museum dan tugu “Mendur Bersaudara”, Alex dan Frans Mendur.

Museum dan tugu tersebut mengenang kakak beradik wartawan foto di masa kemerdekaan dan revolusi Indonesia, Alexius Impurung Mendur dan adiknya Frans Soemarto Mendur.

Prasasti Mendur Bersaudara ditandangani oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada perayaan puncak Hari Pers Nasional (HPN) yang dilaksanakan di Sulawesi Utara (Sulut) pada 11 Februari 2013. Di meseum yang berbentuk rumah panggung khas Minahasa itu, orang-orang dapat menyaksikan foto-foto bersejarah karya Mendur bersaudara.

Tugu Pers Mendur yang terletak di Desa Talikuran, Kecamatan Kawangkoan, Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara, di dalamnya menyimpan sejumlah foto terkait Proklamasi Kemerdekaan RI. Tugu Pers Mendur diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2013.

Tugu dan Museum itu dibangun di kampung kelahiran Alex dan Frans, Kawangkoan. Kota kecil ini juga tempat kelahiran Justus dan Frans ‘Nyong” Umbas, kakak beradik fotografer IPPHOS (Indonesia Press Photo Service) bersama Alex dan Frans.

Alex anak pertama dan Frans anak keempat dari pasangan August Mendur dan Ariantje Mononimbar. Keseluruhan anak August dan Ariantje berjumlah 11 orang.

Baca Juga:  Pemkab Minsel bantah Sespri-Walpri larang peliputan wartawan saat upacara HUT Minsel, begini kronologinya
  • Bagikan