IPPHOS yang Revolusioner
Setelah setahun Indonesia merdeka, tepatnya 2 Oktober 1946, Alex dan Frans, “Mendur besaudara” bersama Justus dan Frans ‘Nyong” Umbas, “Umbas bersaudara”, juga Alex Mamusung, Oscar Ganda, dan Malvin Jacob, mereka kemudian mendirikan Indonesia Press Photo Service (IPPHOS).
Mereka adalah pemuda-pemuda Minahasa yang tergabung di KRIS (Kebaktian Rakyat Indonesia Sulawesi). IPPHOS berkantor di Jalan Hayam Wuruk Nomor 30, Jakarta.
Piet Mendur, keponakan Alex dan Frans, generasi terakhir di IPPHOS, bergabung bersama mereka di awal tahun 1950-an. Saat itu usianya baru 17 tahun.
“Saya dipanggil ke Jakarta untuk menjadi wartawan di IPPHOS tempat Alex dan Frans bekerja. Itu adalah sebuah kebanggana bagi saya karena diberikan kesempatan bekerja dengan mereka,” ujar Piet kepada Tribun Manado News.
IPPHOS punya peran penting di masa revolusi. Para fotografer handal asal Minahasa ini mengabadikan peristiwa-peristiwa penting di masa transisi itu. Yudhi Soerjoatmodjo, seorang fotografer dan kurator pemeran foto mengatakan, IPPHOS adalah revolusioner!
“Yang revolusioner dari IPPHOS bukan cuma pilihan mereka untuk berjuang membela republik, tapi cara mereka memperlihatkan hidup dengan mata dan hati yang terbuka lebar,” kata Yudhi pada Temu Wicara IPPHOS remastered Ivaa, Yogyakarta, 7 Maret 2014.

















