Peristiwa besar itu berlangsung sangat sederhana. Dan, hanya Alex dan Frans, fotografer yang hadir waktu itu. Kamera Leica Leitz bergantungan dileher mereka siap membidik moment bersejarah.
Frans kemudian mengabadikan peristiwa itu dengan tiga bidikan, tiga foto.
Foto pertama, Soekarno membaca teks proklamasi.
Foto kedua, pengibaran bendera Merah Putih oleh Latief Hendraningrat, anggota PETA (Pembela Tanah Air).
Foto ketiga, suasana upacara dan para pemuda yang menyaksikan pengibaran bendera. Alex juga melakukan melakukan pemotretan.
“Frans berhasil mengabadikan tiga foto, dari tiga frame film yang tersisa,“ tulis Kristupa.
Usai itu mereka segera meninggalkan kediaman Soekarno. Tentara Jepang memburu mereka. Sialnya, Alex berhasil ditangkap tentara Jepang. Foto-foto hasil bidikannya semuanya disita dan dimusnakan.
Adiknya, Frans yang beruntung. Ia lolos dari kejaran tentara Jepang. Negatif fotonya dikubur di tanah dekat sebuah pohon di halaman belakang kantor harian Asia Raya.
Nanti beberapa hari kemudian baru diambil. Ketika didatangani tentara Jepang, Frans mengaku negatif foto sudah diambil Barisan Pelopor. Maka, selamatlah negatif foto itu.

















