RELIGI  

MTPJ GMIM 3-9 April 2022 (Minggu Sengsara V) : Kebenaran Meredup Demi Kepentingan

Demi kepentingan orang dapat memutar balikkan fakta kebenaran menjadi sesuatu yang salah.

Bahkan demi kepentingan ada orang yang nekad untuk membunuh dengan berbagai cara yaitu menghilangkan nyawa manusia, membunuh karakter dengan merusak nama baik seseorang atau keluarga.

Ada yang membunuh rakyat dengan perilaku korupsi, juga membunuh aspirasi dengan perilaku kolusi dan nepotisme.

Seorang tokoh dan rabi Yahudi, yaitu Nachman dari Bratslav mengatakan “Di mana tak ada kebenaran, di situ tak ada kebaikan.”

Benarlah ungkapan ini, sebab ketika kebenaran itu diabaikan maka tidak nampak kebaikan, tapi justru yang ada ialah tindakan yang melukai hati dan tidak mendatangkan damai sejahtera.

Dengan demikian nampak bahwa hal-hal yang baik dan menghidupkan menjadi sirna, disebabkan ‘kebenaran menjadi redup karena kepentingan’.

PEMBAHASAN TEMATIS

Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)

Menjelang kematian-Nya, Yesus menjalani dua proses pengadilan yang berbeda yaitu: pengadilan Yahudi berdasarkan hukum agama dan pengadilan Romawi berdasarkan hukum yang berlaku dalam pemerintahan Roma.