RELIGI  

MTPJ GMIM 3-9 April 2022 (Minggu Sengsara V) : Kebenaran Meredup Demi Kepentingan

Tetapi nafsu pemutar balikkan fakta karena kepentingan elit agamawi, membuat Yesus diam seribu bahasa. Tekanan, makian, ancaman dan berbagai tuduhan palsu, membuat Yesus, Sang kebenaran diam dalam kesenyapan, tanpa suara.

Yesus diam dan menerima segala sesuatu yang dituduhkan kepada-Nya, tetapi kuasa Allah tetap bekerja di dalam hati, pikiran dan nurani Yesus, sehingga Dia kuat menjalani pengadilan yang mengorbankan nilai-nilai keadilan dan kebenaran.

Sebuah pengadilan yang bertentangan dengan hukum agama Yahudi tetap dilaksanakan, walaupun itu melanggar beberapa aturan yang ditetapkan menurut hukum kaum Yahudi, yaitu:

– Sewaktu hari perayaan tidak boleh ada pengadilan. Tetapi pengadilan atas Yesus dilaksanakan pada hari raya roti tak beragi atau hari pertama perayaan Paskah Yahudi.

– Vonis untuk menghukum atau membebaskan wajib melalui suara individu, tetapi nyatanya Yesus divonis bersalah dengan suara aklamasi.

– Kalau ada vonis hukuman mati, maka hukuman itu dilaksanakan pada keesokan harinya, sesudah sidang pengadilan. Tetapi Yesus disalib beberapa jam sesudah diadili.

– Orang Yahudi tidak memiliki kewenangan untuk menghukum mati seseorang, tetapi justru mereka yang merencanakan hukuman mati bagi Yesus.