RELIGI  

MTPJ GMIM 3-9 April 2022 (Minggu Sengsara V) : Kebenaran Meredup Demi Kepentingan

Membunuh karakter dapat dikatakan sebagai usaha memanipulasi fakta yang memberikan citra tidak benar untuk menyudutkan seseorang.

Perilaku ini mengakibatkan image tentang orang tersebut menjadi rusak dan menghambat karir yang bersangkutan.

Mungkin kita akan mengatakan ini sesuatu yang miris, tetapi dunia menunjukkan inilah realitas, yang dalam berbagai kepentingan, seseorang rela mengorbankan orang lain, demi menggapai kepentingan pribadi.

Di era disrupsi ini kita jumpai bahwa kepentingan yang didasarkan pada keinginan pribadi, membuat kebenaran dikaburkan dan realitas menunjukkan bahwa kepentingan pribadi yang berlandas pada kuasa, arogansi dan kesombongan, dapat mengakibatkan terlukanya hati nurani dan kebutaan rasional.

Tetapi bila kepentingan pribadi ditaklukkan pada kehendak Allah, melalui kerendahan hati dan nurani yang dibaharui, maka damai sejahtera akan hadir di setiap aras kehidupan pribadi yang menopang kebenaran.

Kalau kita menjadikan pribadi kita sebagai pemimpin dalam keluarga, gereja dan masyarakat yang rela dan tulus melakukan kebenaran, maka kita tidak mudah untuk ikut arus dan tidak akan membuat keputusan yang salah, tidak menghukum orang benar untuk menyenangkan orang yang bersalah, berani menyatakan kebenaran meskipun mahal harga yang harus dibayar.

Sebab orang yang menyatakan kebenaran pasti akan dibenci, diasingkan, dicela, tersendiri dan banyak hal yang dilakukan untuk melukainya secara psikis.