Ambisi yang tidak terkendali, arogansi, kesombongan, iri hati, takut kehilangan kuasa/jabatan dan kebencian telah mengalahkan keadilan dan kebenaran.
Kebenaran menjadi pudar, karena kepentingan dan Dia, Yesus yang benar dan tidak bersalah menjadi tertuduh dan tersalib.
Makna dan Implikasi Firman
Di zaman four point zero (4.0) atau era disrupsi ini, segala sesuatu berubah dengan sangat cepat dan radikal.
Orang semakin mementingkan diri sendiri atau kelompoknya dan perilaku ini menular dalam berbagai sendi kehidupan manusia, baik dalam bidang politik, sosial, ekonomi, budaya dan keagamaan.
Dalam kehidupan bergereja, perilaku yang suka mementingkan diri sendiri adalah sesuatu yang merisaukan, sebab realitas menunjukkan bahwa demi kepentingan diri, maka sesama warga gereja, bahkan sesama pelayan Tuhan tidak segan-segan untuk ‘membunuh’ saudara seiman atau mitra pelayanan, dengan berbagai perilaku yang mengorbankan kebenaran.
‘Membunuh” yang dimaksud bukan secara fisik, tetapi membunuh karakter, baik intervensi antar pribadi, maupun via media massa, elektronik yaitu berbagai macam media sosial, dan lain-lain.
Membunuh karakter adalah usaha dan tindakan membusukkan atau menghancurkan reputasi, nama baik, moral dan integritas seseorang.
















