Penekanan pertama yang disampaikan oleh pengamsal adalah “Janganlah engkau melupakan ajaranku dan biarlah hatimu memelihara perintahku” (ayat 1).
Ajaran (Ibr. Torah) dan perintah (Ibr. Mitsvah) yang dimaksud di sini adalah hukum dan ketetapan Tuhan Allah yang disampaikan oleh Musa beserta kewajiban moral yang diturunkan dan dirumuskan dari perintah Tuhan Allah.
Semua hukum, ketetapan dan perintah Tuhan Allah mengenai hal yang benar dan larangan untuk menjauhi yang jahat wajib diingat.
Dipelihara dalam hati sebagai sumber kehendak dan perilaku manusia dan dilakukan dalam ketaatan untuk diteruskan kepada tiap-tiap generasi.
Sebab di balik ketaatan melakukan ajaran dan perintah Tuhan Allah terdapat berkat yang terungkap dalam ayat 2 “karena panjang umur dan lanjut usia serta sejahtera akan ditambahkannya kepadamu”.
Panjang umur bisa berarti diberi kesehatan, terhindar dari celaka dan maut sehingga tahun-tahun hidup ditambahkan sampai menikmati usia lanjut.
Sedangkan kata “Sejahtera” (Ibr. “Shalom” artinya: damai, tenang, sehat, aman, makmur, berhasil dan selamat dalam lindungan Tuhan Allah).
Dengan memelihara ajaran dan perintah Tuhan Allah maka akan beroleh keutuhan berkat dalam relasi yang baik dengan-Nya dan sesama manusia.
Selanjutnya pengamsal mengingatkan supaya “Janganlah kiranya kasih dan setia meninggalkan engkau! Kalungkanlah itu pada lehermu, tuliskanlah itu pada loh hatimu” (ayat 3).
Kata kasih (Ibr: Khesed, Ingg: Mercy/ kindness) juga dapat diartikan sebagai kebaikan atau kemurahan hati.
















