RELIGI  

MTPJ GMIM 28 April – 4 Mei 2024 : Muliakanlah Tuhan dengan Hartamu

Di dalam kewajiban tersebut terkandung janji berkat bagi setiap orang yang melakukannya.

Sebagaimana disebutkan dalam ayat 10 “Maka lumbung-lumbungmu akan diisi penuh sampai melimpah-limpah, dan bejana pemerahanmu akan meluap dengan air buah anggurnya” (bnd. Ul. 28:1-2, 8-13 dan Mal. 3:10).

Dalam catatan sejarah Alkitab terdapat bapa-bapa leluhur Israel yang meneladankan kehidupan yang memuliakan Tuhan Allah dengan harta dan hasil terbaik bahkan yang sangat bernilai harganya.

Seperti persembahan Habel yang mempersembah-kan anak sulung kambing dombanya (Kej. 4:4); persembahan Abraham dari anak perjanjiannya yaitu Ishak (Kej. 22:2); dan persembahan Raja Daud bagi pembangunan Bait Suci di Yerusalem dengan emas dan perak yang dipunyainya (1 Taw. 29:3).

Semua bentuk persembahan itu adalah suatu kesadaran bahwa segala sesuatu yang dimiliki adalah milik Tuhan Allah sehingga dikembalikan kepada-Nya sebagai tanda terima kasih.

Orang percaya harus percaya kepada Tuhan Allah dan memercayakan seluruh hidup kita kepada-Nya dengan memuliakan nama-Nya lewat berkat-berkat-Nya dalam apa yang kita miliki.

Setiap orang yang percaya kepada Tuhan Allah dengan segenap hatinya, mengakui-Nya dalam lakunya dan takut pada-Nya diberi kemampuan untuk memuliakan-Nya dengan hasil terbaik yang dimiliki.

Sebab sesungguhnya berkat Tuhan Allah dalam hidup orang percaya adalah yang terbaik sesuai kadar pemberian Tuhan Allah.

Kekayaan berkat Tuhan Allah yang tidak tertandingi oleh apapun juga yang kita miliki dalam kekekalan adalah keselamatan jiwa melalui penebusan dosa dalam Yesus Kristus, Juruselamat kita.