Makna dan Implikasi Firman
1. Ajaran dan perintah Tuhan Allah adalah warisan berharga yang harus diturunkan kepada generasi demi generasi secara berkelanjutan sehingga kehidupan beriman yang percaya, mengakui dan takut akan Tuhan Allah selalu terpelihara dalam ketaatan dan kesetiaan.
Sebab hanya di dalam Tuhan Allah ada berbagai kelimpahan berkat dan keselamatan.
2. Memuliakan Tuhan Allah dengan harta dan persembahan hasil pertama yang terbaik harus dilihat dari kualitasnya.
Tentunya bukan hanya hasil terbaik yang dikejar, tetapi cara untuk mendapatkan harta juga harus diperhatikan.
Mendapatkan harta dengan cara yang benar adalah kehendak Tuhan, maka kita juga harus memberikan yang terbaik dari hasil karya yang benar.
Percaya akan pemeliharaan Tuhan Allah serta mengakui keberadaan-Nya dengan hidup kudus dan saleh untuk menghasilkan yang terbaik adalah lebih penting dari pada bekerja dengan penuh tipu muslihat untuk mendapatkan banyak keuntungan.
Memuliakan Tuhan Allah dengan harta yang dimiliki mendorong kita untuk tahu mengucap syukur dalam segala hal, mengingat bahwa Tuhan Allah sudah memberikan kepada kita, bukan saja berkat jasmani tetapi juga berkat rohani dalam kekayaan kasih karunia-Nya.
3. Saat kita memuliakan Tuhan Allah dengan harta yang dianugerahkan-Nya kepada kita, maka hidup kita tidak akan kekurangan tetapi justru kita akan dipakai oleh-Nya untuk menjadi berkat bagi orang lain yang berkekurangan dan yang membutuhkan.
Semua itu tergantung pada sikap hati kita. “Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada” (Mrk. 6:21).
Oleh sebab itu hati kita harus melekat kepada Tuhan Allah dengan memelihara perintah-Nya dan dimeteraikan dalam kasih setia-Nya sehingga kita disanggupkan memuliakan-Nya dengan hati yang tulus lewat pemberian hasil yang terbaik.
















