Legislator Jems Tuuk Sorot Kondisi Bendungan Daerah Irigasi Kosinggolan

Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama lintas Komisi II dan IV dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Sulut, Selasa (9/1/2024).

Manado, BERITASULUT.co.id – Kondisi Bendungan Daerah Irigasi (DI) Kosinggolan yang mengalami kerusakan berat mendapat sorotan Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Julius Jems Tuuk.

“85 persen pintu air kasinggolan ini rusak,” ujarnya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama lintas Komisi II dan IV dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Sulut, Selasa (9/1/2024).

Politisi PDIP ini menegaskan, ketersediaan beras di Sulut bergantung pada dua bendungan ini yaitu Bendungan Kosinggolan dan Bendungan Toraut.

“Produksi beras di dua bendungan ini turun, 48.429,6 ton per tahun. produksi beras kita turun. Kalo dulu kita bisa memproduksi 71.220 ton per tahun, hari ini kita hanya bisa produksi 22.790,4 ton per tahun. Kalo hari ini kita bisa kejar siapa mau tanggung jawab? Untuk urusan pegawai saja tidak jelas,” jelas Tuuk di hadapan dinas PUPR, Balai Sungai dan SDA.

Legislator Sulut dua periode ini secara tegas mengatakan agar empat bendungan yang ada di Sulut harus diaktifkan.

“Republik ini kekurangan makan, sampai presiden harus lobby untuk beras. Tapi kita yang tinggal di lumbung beras menelantarkan empat bendungan besar ini,” tegasnya.

Gubernur Olly Dondokambey, menurut Tuuk, telah berupaya semaksimal mungkun membangun dua bendungan besar.

“Tujuannya apa? Supaya pangan yang dimakan masyarakat sulut sebisa mungkin di produksi di sulawesi utara. Tetapi apa, dua bendungan besar kehilangan 48.429,6 ton per tahun,” tegas Legislator Dapil Bolaang Mongondow Raya ini.