RELIGI  

MTPJ GMIM 5-11 September 2021: Jangan menjadi pemecah-belah persekutuan

Pemecah-belah menunjukkan penetapan garis-garis pemisah yang menimbulkan sikap perpecahan. Selanjutnya sikap memecah-belah ini menunjukkan adanya rasa diri lebih tinggi pada pihak para guru palsu tersebut.

Mereka menghinakan kebaikan dan tingkah laku mereka dikuasai oleh keinginan hawa nafsu semata (keinginan-keinginan dunia), dan mereka hidup tanpa Roh Kudus. (ayat 19).

Menghadapi para pengejek orang percaya harus mempertahankan iman dengan membangun diri sendiri di dalam iman yang paling suci/kudus. Iman kudus ialah penyataan Perjanjian Baru yang disampaikan kepada mereka oleh Kristus dan para rasul (lih. Yudas 1:3).

Hal ini menuntut agar mereka mempelajari Firman Allah dan mempunyai ketetapan teguh untuk berusaha mengetahui kebenaran dan ajaran Alkitab (bdk. Kisah Para Rasul 2:42; 20:27; 2 Timotius 2:15; Ibrani 5:12).

Lalu berdoa dengan kemampuan yang diberikan Roh Kudus, yaitu dengan memohon Roh Kudus untuk mengilhami, menuntun, menguasai, memelihara, dan menolong untuk berjuang dalam doa (bdk. Galatia 4:6; Efesus 6:18).

Berdoa dalam Roh termasuk berdoa dengan pikiran dan berdoa dengan roh. Doa adalah sesuatu yang penting supaya bisa membangun iman orang percaya secara pribadi. Dengan tetap memelihara kehidupan dan tinggal dalam lingkaran kasih Allah yang menyelamatkan.