RELIGI  

MTPJ GMIM 5-11 September 2021: Jangan menjadi pemecah-belah persekutuan

Makna dan Implikasi Firman

Gereja atau orang percaya diingatkan supaya tetap menjaga iman, kekudusan dan kemurnian ajaran yang telah diterima. Adapun iman tersebut adalah kepercayaan akan Yesus sebagai Juruselamat manusia.

Saat ini banyak tantangan yang berat seperti halnya terorisme, radikalisme, ajaran sesat, dan godaan yang lainya, harus memiliki kecerdasan spiritual dengan membangun kehidupan atas dasar iman, berdoa dalam Roh Kudus, menjaga relasi kehidupan di dalam kasih Allah dan terus berharap. Jika kita tidak teguh maka kita akan mudah diombang-ambingkan, menyerah dan meninggalkan iman yang menyelamatkan tersebut.

Dalam menjaga keutuhan persekutuan, pentingnya kepedulian sosial yang dinyatakan dengan menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang raga-ragu di dalam imannya, dan mereka yang tersesat dan telah bertekun di dalam dosa.

Gereja harus menjangkau mereka dengan melakukan tindakan penyelamatan dari ancaman kebinasaan dan tetap berhati-hati di dalam melakukan usaha tersebut supaya kita pun tidak tergoda dan terseret.

Gereja harus proaktif dalam mengatasi setiap perbedaan. Gereja harus bersatu, sehati sepikir, seperasaan dan jangan saling menyalahkan sehingga menyebabkan perselisihan yang berakibat pada perpecahan. Iblis selalu berusaha memecahkan gereja melalui mereka yang sering tidak mendapat perhatian, yang dibiarkan dan yang sering dikucilkan.

Gereja mungkin tidak dapat menghalangi hadirnya sang penyesat dan para pemecah-belah persekutuan tetapi gereja dapat menjadikan kondisi ini sebagai batu loncatan untuk menumbuhkan iman di dalam Dia dan memperteguh persekutuan.