RELIGI  

MTPJ GMIM 5-11 September 2021: Jangan menjadi pemecah-belah persekutuan

Sebagai penutup, menyatakan bahwa Allah yang berkuasa menjaga orang yang percaya supaya tidak tersandung oleh pengajaran sesat. Kata ‘tersandung’ jelas bukan menunjukkan pada ‘jatuh ke dalam dosa’, tetapi tersandung’ ini menunjuk pada ‘total apostasy’ (kemurtadan total).

Hal ini menegaskan bahwa orang Kristen sejati tidak mungkin murtad. Allah akan memampukan orang percaya berdiri di hadapan kemuliaan-Nya tanpa bernoda/cela (Yun.amomos) dan membawa-nya ke dalam kegembiraan-Nya tanpa ketakutan, (ayat 24).

Kemudian mengajarkan keesaan Allah dan kesetaraan Yesus Kristus dengan Allah Bapa. Dengan demikian ajaran ini menyerang pandangan bahwa keilahian Kristus merupakan penciptaan gereja pasca rasuli.

Allah disebut sebagai Juruselamat sebanyak tujuh kali dalam Perjanjian Baru. Di sini kuasa-Nya untuk menyelamatkan di dalam diri Anak-Nya, yang oleh gereja diakui sebagai Tuhan, yaitu Allah.

Sebutan terakhir tentang kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa merupakan kesaksian Yudas tentang watak agung Allah yang mengerjakan keselamatan melalui Kristus, (ayat 25).