RELIGI  

MTPJ GMIM 5-11 September 2021: Jangan menjadi pemecah-belah persekutuan

Gereja hadir di dunia untuk berperan aktif, kreatif, kritis dan positif untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dan bersama negara mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

Sehingga kehadiran gereja tidak lepas dari pergerakan suatu bangsa dan negara dengan berbagai dinamika dalam perkembangannya. Ketika gereja tersebar di berbagai penjuru bumi (Matius 28:19-20), dalam kenyataannya berjumpa dengan banyak bangsa dan ia berada di dalamnya.

Gereja yang menjadi bagian dari bangsa itu memiliki tanggungjawab dalam hal membangun kehidupan bangsa dan negara dimana ia berada dengan tetap memegang teguh identitasnya sebagai umat pilihan, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.

PERTANYAAN UNTUK DISKUSI:

– Apa pendapat saudara tentang, “Jangan Menjadi Pemecah-belah Persekutuan” menurut Yudas 1:17-25?
– Bagaimana seharusnya kita memaknai persekutuan yang saling menjaga?
– Jelaskan upaya-upaya gereja dan pemerintah dalam mengantisipasi ajaran-ajaran sesat?

POKOK-POKOK DOA:
– Keutuhan persekutuan jemaat sebagai benteng yang saling menjaga dari godaan.
– Kemampuan menerima perbedaan dalam komunitas gereja.
– Cerdas dalam memahami ajaran-ajaran gereja.
– Kerjasama Gereja dan Pemerintah dalam menjaga keutuhan alam ciptaan Tuhan.