Karena setelah membasuh kaki para murid, Ia memberitahukan tentang apa yang akan terjadi pada-Nya (ayat 19).
Dan menegaskan bahwa ada salah seorang dari para murid akan menyerahkan Dia.
Kata “menyerahkan” (Yun: pa radosei) menunjuk pada pengkhianatan dan penyerahan Yesus Kristus kepada ahli-ahli Taurat dan tua-tua Yahudi (Mat 20:18).
Sebenarnya secara jelas Yesus Kristus menyatakan kepada para murid bahwa Dia tahu sejak awal tentang pengkhianatan itu.
Pengkhianatan menjadi bagian dari rencana Tuhan Allah untuk menebus dosa manusia melaiui penderitaan dan kematian Anak-Nya, Yesus Kristus.
Namun dengan pernyataan itu secara tidak langsung Yesus Kristus memperingatkan Yudas agar ia sadar dan dapat mengelak dari jebakan iblis.
Sebab biasanya pengkhianat yang rencananya telah diketahui, pasti akan membatalkan rencana itu.
Yudas seharusnya dapat mengurungkan niatnya saat dia tahu bahwa Sang Guru telah mengetahui rencananya dan dia juga tahu bagaimana akibatnya rencana yang telah terbongkar itu tetap dilaksanakan.
Yesus Kristus mengatakan tentang pengkhianatan itu dengan nada yang amat memprihatinkan dan perasaan yang sangat terguncang.
















