Petrus menjadi murid yang paling ingin tahu tentang siapa pengkhianat itu. Ia mendorong murid yang dikasihi Yesus Kristus (Yohanes) dengan isyarat untuk bertanya kepada Yesus Kristus.
Yohanes memiliki kesempatan yang lebih baik untuk bertanya secara pribadi dan menerima jawaban secara pribadi juga.
Rasa ingin tahu Petrus bukan hanya untuk memastikan bahwa dia bukan pengkhianat itu tetapi dengan mengetahui siapa pengkhianat itu.
Petrus dan rekan murid lain dapat mengambil sikap untuk berjaga-jaga bahkan rencana pengkhianatan itu.
Injil Yohanes mencatat petunjuk khusus tentang siapa pengkhianat itu yakni kepadanya Yesus Kristus, “membertikan roti, sesudah Aku mecelupkannya.
”Dalam Injil Sinoptis, Markus 14:20b “dia yang mencelupkan roti ke dalam satu pinggan dengan Aku”.
Yohanes memperhatikan dengan seksama bagaimana Yesus Kristus mengambil roti dan mencelupkannya kemudian memberikan roti itu kepada Yudas anak Simon Iskariot.
Itulah cara Yesus Kristus memberitahukan jati din si pengkhianat dengan sebuah tanda.
Dari tanda itu Yohanes tahu siapa murid yang berkhianat. Tanda itu merupakan penggenapan firman.
















